Just a Blog, Not The Other...

blogger upn
Tampilkan postingan dengan label Renungan Sesaat...... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Sesaat...... Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2011

Pengajian Akhir Tahun : Renungan Serta Resolusi


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan hingga kini kita menjelang tahun berganti tahun. Di setiap pergantian ini, kita sering melakukan aktivitas duniawi yang tanpa sebab, melupakan urusan ukhrawi atau akhirat. Sering kali terdapat berbagai macam perasaan dengki, iri hati, dan yang lainnya hinggap dalam setiap individu. Tak mau kalah, dan akhirnya saling balas-membalas. Maka dari itu, perlu diadakan kegiatan yang pada intinya untuk membersihkan hati dan pikiran agar tidak ada perasaan negatif pada diri sendiri.
 
Alhamdulillah, akhir tahun ini bisa merasakan suasana dzikir dan sholawat yang begitu mensegarkan jiwa. Padahal, akhir tahun masehi sebelum-sebelumnya hanya dapat menyaksikan beberapa tayangan tentang pangajian akhir tahun dimana ada dzikir dan sholawat bersama dan didalamnya terdapat pengobatan gratis.
 
Kegiatan yang saya ikuti ini adalah dzikir dan sholawat bersama disertai dengan sholat taubat plus sholat tasbih sebagai pelengkap. Rangkaian acara ini diikuti oleh segenap jamaah dari UPN JATIM, STI ( Silat Tauhid Indonesia ), UKKI ( Unit Kemahasiswaan Kerohanian Islam ) serta tak lupa, Jamaah Al-MAQOSI ( Mahasiswa Qosidah Sistem Informasi ) yang menampilkan qosidah sebagai pengiring sholawat.
 
 
Semoga di akhir tahun ini, kita bisa menutupnya dengan hati yang bersih, ikhlas dan membuka awal tahun dengan semangat yang tinggi... amin.


Minggu, 06 November 2011

Idul Adha, Kurban dan Manfaatnya


Hari ini bertepatan dengan hari idul adha, masjid-masjid, kampung-kampung banyak yang berkurban sapi, kambing, lembu dan sejenisnya. Setelah kurban yang berasal dari para donatur dan kolektif itu di potong, semua dibagikan dalam bentuk kantong plastik yang dimana itu semua akan dibagikan bagi kaum dhuafa dan yang membutuhkan. Disini, sistem pembagian daging kurban berdasarkan kupon yang dibagikan oleh pihak ta'mir masjid, dan dapat ditukarkan dengan sekantung daging.

Sungguh pemandangan luar biasa, dimana segenap keluarga besar Masjid Bahrul Ulum, Nama masjid di lingkungan rumah tinggal,  berkumpul untuk mengorbankan bukan hanya materi seperti sapi atau kambing. Namun untuk menyelenggarakan kegiatan yang sifatnya sangat sakral ini. Semua tugas dan tanggungjawab masing-masing dilaksanakan dengan baik dan teratur.

Semoga, apa yang dikorbankan bukanlah hal yang sia-sia, karena pengorbanan kita merupakan bentuk syukur kita atas apa yang kita peroleh dari Allah SWT.

Amin... Bismillah...

Sabtu, 29 Mei 2010

ARAH KIBLAT BERUBAH ???

Cek Arah Kiblatmu Pukul 4 Sore!
Reza Yunanto - detikNews


Jakarta - Tidak yakin dengan arah kiblat yang dipakai selama ini? Sore nanti pukul 16.18 WIB ( 28,29,30 Mei 2010 )  adalah saat yang tepat untuk membetulkan arah kiblat Anda.

Saat itu matahari akan berada tepat di atas Kabah di Makkah. Bayangan yang tampak pada saat itu tepat menuju arah Kabah.

"Jadi hari ini matahari akan berada tepat di atas Makkah pukul 16.18 WIB sore ini. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk menyempurnakan arah kiblat," kata peneliti utama astronomi LAPAN, Thomas Djamaluddin kepada detikicom, Jumat (28/5/2010).

Thomas mengatakan bagi yang tidak berkesempatan mengukur arah kiblat pada sore nanti, masih ada kesempatan pada hari Sabtu dan Minggu di waktu yang sama dengan toleransi plus-minus 5 menit.

"Masih cukup akurat dua hari dari tanggal sekarang. Waktunya toleransi 5 menit sebelum dan sesudah bisa mulai pukul 16.13 sampai 16.23," terangnya.

Bagi mereka yang berada di wilayah Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT) waktu pengukuran bisa menyesuaikan dengan perhitungan waktu WIB.

Menurutnya tidak perlu alat khusus untuk mengukur arah kiblat tersebut. Hanya saja untuk keakurasian pengukuran dia menyarankan untuk menggunakan benda tegap semisal tiang pancang atau tiang bendera untuk mengukur arah bayangan. (Rez/djo) 


Sumber : www.detik.com

Subhanallah, untuk menentukan arah kiblat yang benar pun hanya lewat penerangan matahari tanpa bantuan teknologi buatan manusia apapun. Meskipun jauhnya kakbah sebagai pusat kiblat kita, tetapi kita tetap bisa mengukur dari jarak tersebut,...............  

Jumat, 14 Mei 2010

AKREDITASI SISTEM INFORMASI UPN JATIM START NOW !!!


SUNGGUH,  perjuangan yang berat dalam memajukan suatu instansi atau program studi. Di saat yang lain menggemborkan akreditasi mereka, memikat para pelajar untuk masuk ke progdi mereka. Kami tetap berdiri, menunjukkan seberapa besar niat dan motivasi seluruh elemen pengajar dan mahasiswa
SISTEM INFORMASI UPN "VETERAN" JATIM.

Gambar disamping menunjukkan bahwa semua elemen termasuk mahasiswa sistem informasi telah didaftarkan dalam program dikti untuk proses akreditasi yang sedang berlangsung. Meskipun butuh waktu yang agak lama..., tapi tetap keinginan akan suatu perubahan status harus diwujudkan.

Buat Bpk KAJUR Sistem Informasi beserta stafnya, jangan  menyerah.... masih ada anak didik anda yang siap membantu apabila ada kekurangan.Semua mengharapkan yang terbaik.

kalo mau tau situsnya klik disini.....

Senin, 26 April 2010

Tanda-Tanda Kemunculan Imam Mahdi

Para ulama membagi Tanda-tanda Akhir Zaman menjadi dua. Ada Tanda-tanda Kecil dan ada Tanda-tanda Besar Akhir Zaman. Tanda-tanda Kecil jumlahnya sangat banyak dan datang terlebih dahulu. Sedangkan Tanda-tanda Besar datang kemudian jumlahnya ada sepuluh. Alhamdulillah, Allah sayang sama umat manusia. Sehingga Allah datangkan tanda-tanda kecil dalam jumlah banyak sebelum datangnya tanda-tanda besar. Dengan demikian manusia diberi kesempatan cukup lama untuk merenung dan bertaubat sebelum tanda-tanda besar berdatangan.

Banyak pendapat mengatakan bahwa kondisi dunia dewasa ini berada di ambang datangnya tanda-tanda besar Kiamat. Karena di masa kita hidup dewasa ini sudah sedemikian banyak tanda-tanda kecil yang bermunculan. Praktis hampir seluruh tanda-tanda kecil kiamat yang disebutkan oleh Nabishollallahu ’alaih wa sallamsudah muncul semua di zaman kita. Maka kedatangan tanda-tanda besar tersebut hanya masalah waktu. Tanda besar pertama yang bakal datang ialah keluarnya Dajjal. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa sebelum munculnya Dajjal harus datang terlebih dahulu Tanda Penghubung antara tanda-tanda kecil kiamat dengan tanda-tanda besarnya. Tanda Penghubung dimaksud ialah diutusnya Imam Mahdi ke muka bumi.
Dalam sebuah hadits Nabishollallahu ’alaih wa sallammengisyaratkan bahwa Imam Mahdi pasti datang di akhir zaman. Ia akan memimpin ummat Islam keluar dari kegelapan kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju cahaya keadilan dan kejujuran yang menerangi dunia seluruhnya. Ia akan menghantarkan kita meninggalkan babak keempat era para penguasa diktator yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya dewasa ini menuju babak kelima yaitu tegaknya kembali kekhalifahan Islam yang mengikuti manhaj, sistem atau metode Kenabian.
لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ
رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي
يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا
“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435)
Lelaki keturunan Nabi Muhammadshollallahu ’alaih wa sallamtersebut adalah Imam Mahdi. Ia akan diizinkan Allah untuk merubah keadaan dunia yang penuh kezaliman dan penganiayaan menjadi penuh kejujuran dan keadilan. Subhanallah...! Beliau tentunya tidak akan mengajak ummat Islam berpindah babak melalui perjalanan tenang dan senang laksana melewati taman-taman bunga indah atau melalui meja perundingan dengan penguasa zalim dewasa ini apalagi dengan mengandalkan sekedar ”permainan kotak suara”..! Imam Mahdi akan mengantarkan ummat Islam menuju babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah melalui jalan yang telah ditempuh Nabi Muhammadshollallahu ’alaih wa sallamdan para sahabatnya, yaitu melalui al-jihad fi sabilillah.

Imam Mahdi akan berperan sebagai panglima perang ummat Islam di akhir zaman. Beliau akan mengajak ummat Islam untuk memerangi para Mulkan Jabriyyan (Para Penguasa Diktator) yang telah lama bercokol di berbagai negeri-negeri di dunia menjalankan kekuasaan dengan ideologi penghambaan manusia kepada sesama manusia. Bila Allah mengizinkan Imam Mahdi untuk menang dalam berbagai perang yang dipimpinnya, maka pada akhirnya ia akan memimpin dengan pola kepemimpinan berideologi aqidah Tauhid, yaitu penghambaan manusia kepada Allah semata. Banyak ghazawat (perang) akan dipimpin Imam Mahdi. Dan –subhaanallah- Allah akan senantiasa menjanjikan kemenangan baginya.
تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ
ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ
“Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum, dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal,dan Allah beri kalian kemenangan.” (HR Muslim 5161)
Lalu apa sajakah indikasi kedatangan Imam Mahdi? Dalam sebuah hadits Nabishollallahu ’alaih wa sallammemberikan gambaran umum indikasi kedatangan Imam Mahdi. Ia akan diutus ke muka bumi bilamana perselisihan antar-manusia telah menggejala hebat dan banyak gempa-gempa terjadi. Dan kedua fenomena sosial dan fenomena alam ini telah menjadi semarak di berbagai negeri dewasa ini.
أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ
وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا
“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)
Hadits berikut ini bahkan memberikan kita gambaran bahwa kedatangan Imam Mahdi akan disertai tiga peristiwa penting. Pertama,perselisihan berkepanjangan sesudah kematianseorang pemimpin. Kedua, dibai’atnya seorang lelaki (Imam Mahdi) secara paksa di depan Ka’bah. Ketiga, terbenamnya pasukan yang ditugaskan untuk menangkap Imam Mahdi dan orang-orang yang berbai’at kepadanya. Allah benamkan seluruh pasukan itu kecuali disisakan satu atau dua orang untuk melaporkan kepada penguasa zalim yang memberikan mereka perintah untuk menangkap Imam Mahdi.
يَكُونُ اخْتِلَافٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيهِنَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيُخْرِجُونَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ
وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ فَيُخْسَفُ بِهِمْ بِالْبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ
“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737)

Saudaraku, sebagian pengamat tanda-tanda akhir zaman beranggapan bahwa indikasi yang pertama telah terjadi, yaitu perselisihan dan kekacauan yang timbul sesudah wafatnya seorang pemimpin. Siapakah pemimpin yang telah wafat itu? Sebagian berspekulasi bahwa yang dimaksud adalah Saddam Husein. Karena semenjak kematiannya, negeri Irak berada dalam kekacauan berkepanjangan. Wallahua’lam bish-showwab. Bila analisa ini benar berarti dewasa ini kita sudah harus bersiap-siap untuk berlangsungnya pembai’atan paksa Imam Mahdi di depan Ka’bah.
Saudaraku, bila ketiga peristiwa di atas telah terjadi, berarti Ummat Islam di seluruh penjuru dunia menjadi tahu bahwa Imam Mahdi telah datang diutus ke muka bumi. Panglima ummat Islam di Akhir Zaman telah hadir.. . Dan bila ini telah menjadi jelas kitapun terikat dengan pesan Nabishollallahu ’alaih wa sallamsebagai berikut:
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ
“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)
Ya Allah, izinkanlah kami bergabung dengan pasukan Imam Mahdi. Ya Allah anugerahkanlah kami rezeki untuk berjihad di jalanMu bersama Imam Mahdi lalu memperoleh salah satu dari dua kebaikan: ’isy kariman (hidup mulia di bawah naungan syariat Allah) atau mut syahidan (mati syahid). Amin... 

SUMBER : www.eramuslim.com

Siapakah Dan Apakah Dajjal?

Banyak orang dewasa ini yang sangat lalai memperhatikan soal Dajjal. Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan ummatnya mengenai yang satu ini sebagai fitnah yang paling dahsyat sepanjang zaman. Tidak ada fitnah yang melebihi fitnah Dajjal. Bahkan bisa dikatakan bahwa segenap fitnah yang pernah ada di dunia terkait dan hadir dalam rangka mengkondisikan dunia menghadapi fitnah Dajjal.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:"مَا أَهْبَطَ اللَّهُ إِلَى الأَرْضِ
مُنْذُ خَلَقَ آدَمَ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ فِتْنَةً أَعْظَمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
“Allah tidak menurunkan ke muka bumi -sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat- fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal.” (HR Thabrani 1672)
Tidak ada fitnah yang melebihi fitnah Dajjal. Bahkan bisa dikatakan bahwa segenap fitnah yang pernah ada di dunia terkait dan hadir dalam rangka mengkondisikan dunia menghadapi fitnah Dajjal.
ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ
مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ
Suatu ketika ihwal Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal), dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali untuk fitnah Dajjal.” (HR Ahmad 22215)
Menariknya lagi, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah mengisyaratkan bahwa kemunculan Dajjal untuk menebar fitnah dan kekacauan justeru bakal terjadi ketika kebanyakan manusia awam telah lalai dan tidak peduli akan Dajjal. Sedemikian rupa sehingga bila ada yang membicarakan soal Dajjal, maka mereka cenderung mentertawakannya dan menganggapnya sekedar sebagai mitos atau legenda. Demikian pula halnya dengan orang-orang pintar ketika itu. Malah para penceramah, Ustadz, da’i dan Imam di mimbar-mimbar tidak memandang perlu untuk mengangkat tema bahaya fitnah Dajjal.
لَا يَخْرُجُ الدَّجَّالُ حَتَّى يَذْهَلَ النَّاسُ عَنْ ذِكْرِهِ
وَحَتَّى تَتْرُكَ الْأَئِمَّةُ ذِكْرَهُ عَلَى الْمَنَابِرِ
“Dajjal tidak akan muncul sehingga sekalian manusia telah lupa untuk mengingatnya dan sehingga para Imam tidak lagi menyebut-nyebutnya di atas mimbar-mimbar.” (HR Ahmad 16073)
Siapakah sebenarnya Dajjal? Dan apakah ia seorang manusia anak keturunan Nabi Adam ‘alaihis-salam, ataukah ia termasuk makhluk kalangan jin atau raksasa atau apa?
Saudaraku, ada sebuah hadist yang panjang dimana di dalam hadits tersebut terungkaplah bahwa Dajjal merupakan seorang lelaki dari kalangan manusia keturunan Nabi Adam ‘alaihis-salam. Namun ia merupakan makhluk yang diberikan Allah keistimewaan tidak seperti kebanyakan manusia pada umumnya. Dan di antara keistimewaan tersebut ialah bahwa ia telah hadir ke muka bumi kita ini sejak zaman Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat. Artinya, umur Dajjal sampai saat ini telah mencapai belasan abad atau sekitar seribu empat ratusan tahun. Subhaanallah...
عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَخَّرَ الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ ذَاتَ لَيْلَةٍ ثُمَّ خَرَجَ فَقَالَ
إِنَّهُ حَبَسَنِي حَدِيثٌ كَانَ يُحَدِّثُنِيهِ تَمِيمٌ الدَّارِيُّ
عَنْ رَجُلٍ كَانَ فِي جَزِيرَةٍ مِنْ جَزَائِرِ الْبَحْرِ
فَإِذَا أَنَا بِامْرَأَةٍ تَجُرُّ شَعْرَهَا قَالَ مَا أَنْتِ
قَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ اذْهَبْ إِلَى ذَلِكَ الْقَصْرِ فَأَتَيْتُهُ
فَإِذَا رَجُلٌ يَجُرُّ شَعْرَهُ مُسَلْسَلٌ فِي الْأَغْلَالِ
يَنْزُو فِيمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَقُلْتُ مَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا الدَّجَّالُ
خَرَجَ نَبِيُّ الْأُمِّيِّينَ بَعْدُ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ أَطَاعُوهُ أَمْ عَصَوْهُ
قُلْتُ بَلْ أَطَاعُوهُ قَالَ ذَاكَ خَيْرٌ لَهُمْ
Fatimah binti Qais berkata, "Pada suatu malam pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengakhirkan shalat isya` yang akhir, lalu beliau keluar dan bersabda: "Sesungguhnya yang menghalangiku (untuk segera keluar) adalah kisah yang diceritakan Tamim Ad Dari kepadaku dari seorang laki-laki yang berada di sebuah pulau dari gugusan pulau-pulau. Tamim berkata, "Saat itu tiba-tiba ada seorang wanita yang berambut panjang." Tamim selanjutnya bertanya, "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah Jasasah. Pergilah kamu ke istana itu." Tamim berkata, "Aku pun mendatanginya, ternyata di sana ada seorang laki-laki berambut panjang yang terikat dengan sebuah rantai. Tingginya menjulang antara langit dan bumi. Aku lalu bertanya, "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah Dajjal. Apakah telah ada seorang Nabi buta huruf yang diutus?" Aku menjawab, "Ya." Ia kembali bertanya, "Apakah orang-orang mentaatinya atau mengingkarinya?" Aku menjawab, "Orang-orang mentaatinya." Ia berkata, "Itu yang lebih baik bagi mereka." (HR Abu Dawud 3767)
Tamim Ad Dari adalah nama seorang pelaut Nasrani yang hidup di zaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Ia telah mengadakan suatu pelayaran dimana ia sampai ke sebuah pulau kecil dari gugusan pulau-pulau kecil. Lalu setelah ia turun di pulau itu ia berjumpa dengan Dajjal yang dalam keadaan terikat dirantai. Dan karena begitu ketemu, Dajjal langsung menanyakan perihal Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maka itulah sebabnya Tamim segera berangkat ke Madinah begitu meninggalkan pulau tadi. Dan setelah Nabi Muhammad mebenarkan soal fakta yang telah dilihat oleh Tamim, maka Tamim langsung mengucapkan dua kalimat Syahadat alias masuk Islam. Alhamdulillah.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Masihid Dajjal." (HR Muslim 924)
SUMBER : www.eramuslim.com

Sabtu, 06 Maret 2010

Kisah Batu Dan Anak Pesantren, Man Jadda Wa Jadda

Ibnu Hajar, seorang anak laki-laki yang mungkin tak tahu apapun soal pondok pesantren.Namun dia bertekad besar ingin membahagiakan orang tua dan kelak menjadi orang yang bermanfaat bagi agamanya. Setelah ia masuk ke dalam pesantren tersebut, banyak pelajaran yang membuat dia jenuh dan bahkan tidak tahan akan materi-materi yang diajarkan oleh pengajar di pesantren tersebut.
Tetapi yang membuat miris adalah setiap diajari surat al-fatihah, dia selalu merasa tidak bisa membacanya bahkan mengartikannya sehingga dia ketinggalan materi oleh teman2 lainnya. Bahkan itu berlangsung selama dia duduk di pesantren tersebut.
Setelah sholat dhuhur, dia hendak berjalan - jalan di luar area sekitar pondok pesantren, kebetulan pula saat itu hujan turun dengan derasnya. Sehingga dia mencari tempat yang teduh agar dapat berlindung dari hujan.Kemudian dia menemukan tempat pondok bambu yang cukup untuk dibuat berlindung.
Ketika berada di tempat itu, dia melihat sebuah batu yang besarnya segempal tangan orang dewasa ditetesi oleh air hujan secara bersamaan. Terus-menerus dia melihat batu itu, kemudian ia melihat ada cekungan di tengah-tengah batu tersebut yang dikarenakan tetesan air yang mengenai batu tersebut secara terus-menerus.
kemudian dia bertanya, "Mengapa air hujan itu bisa membuat batu yang besarnya segumpal tangan orang dewasa berlubang di tempat tetesan itu jatuh" ujarnya.Lalu dia berfikir,kalau memang hal itu bisa terjadi, mengapa saya tidak bisa membuat diri saya menjadi seseorang yang bisa menerima banyak materi dan pelajaran meskipun saya susah untuk mengerti materi. Apalagi itu sebuah batu, benda tak bernyawa. " Pastilah saya bisa meskipun sulit,batu tersebut bisa berlubang karena tetesan hujan, mengapa saya tidak bisa",katanya.
Setelah hujan mulai reda, dengan semangat MAN JADDA WA JADDA, dia kembali ke pondoknya.Mulailah dia berusaha sebisa mungkin mengerti. Dan dalam beberapa tahun kemudian, dia dapat mewujudkan cita-cita yang selama ini dia impikan!

Pesan : Jangan mudah putus asa,berikan yang terbaik untuk tiap hari karena sebenarnya setiap hari adalah barokah.

SHARE AND BE OPENED !

Created with flickr slideshow.

blognya HMSF'08 Copyright © 2011 | Template Blog dibuat oleh O Pregador | Didukung oleh Blogger